Leverage secara harfiah adalah daya ungkit, dalam trading biasanya mengacu pada penggunaan bantuan hutang dari broker yang memungkinkan kita bertransaksi. Dalam keadaan normal (leverage 1:1 ), untuk membuka transaksi sebesar 1 lot dibutuhkan 100.000 base currency. Contoh transaksi buy 1 lot di pair GBP/USD membutuhkan modal/margin 100.000 Gbp (poundsterling). Dengan adanya leverage, modal yang kita butuhkan jadi lebih sedikit, untuk membuka transaksi yang sama sebesar 1 lot di GBP/USD.
Tergantung dari leverage yang kita pilih, modal/margin yang dibutuhkan berbeda-beda. Analogi nya seperti ini : kita membeli beras 1 kilogram dengan harga Rp 5000 dalam keadaan normal. Nah dengan adanya leverage, kita tidak perlu mengeluaran Rp5000 untuk beli 1 kilogram beras tersebut. Jika leverage yang kita gunakan adalah 1:100 , maka yang dibutuhkan adalah hanya Rp 50 saja, bahkan hanya Rp 10 jika leverage yang kita gunakan adalah 1:500 .
Apakah ini menguntungkan? bisa iya bisa tidak. Leverage yang besar memungkinkan trader dengan modal kecil untuk ikut bertransaksi. Namun, hal ini bisa jadi pedang bermata dua, karena leverage yang besar memungkinkan kita untuk kehilangan seluruh modal trading kita tanpa sisa jika mengalami loss dalam transaksi .
Besarnya leverage yang ditawarkan oleh tiap broker forex online berbeda-beda variasinya. Ada yang menawarkan leverage maksimal 1:200 , bahkan banyak pula yang memberikan pilihan leverage dari 1:1 sampai dengan 1:1000
Sabtu, 03 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar