Selasa, 13 Juli 2010

Riset Hari kedua : Di manakah switchingnya ?

Kita lanjutkan lagi pembahasan soal martingale kita.
Baiklah, saya fokuskan pokok bahasan kita hari ini dengan martingale switching, maksudnya apabila kita masuk posisi kemudian gagal maka pada jarak tertentu, yaitu di titik switching-nya (switching point) kita kita tutup posisi itu dan buka lagi posisi baru dengan arah berlawanan dan lot berlipat dari posisi lama (cut-switch), seperti halnya saya berikan contoh di awal, lot satu gagal lalu buka 2 lot di jarak 50 pips.

Untuk yang belum mengerti tehnik cut-switching, bisa dilihat ilustrasi di bawah ini:



Pertanyaannya sekarang.. di manakah 'switching pointnya'
Apakah memang harus 50 pips? Atau kenapa mesti 20 pips? kenapa mesti 40 pips? kenapa mesti 30 pips dan sebagainya?

Please lah.. inilah kelemahan utama para martingalis, mereka sangat terpaku pada jarak pips, padahal ini bisa sangat membunuh. Buat yang meng-cut switch pada jarak 20 pips, hey.. kamu bisa terbunuh pada kondisi harga di market Oceania - Frankfurt! Di sana pasar jinak, trend datar, dan ranging atau apapun lah namanya.. dan saat pasar begini, harga bisa bolak-balik, tang-tung-tang-tung lebih dari 5 kali dalam range 20 pips-an. Jelas, jarak segini terlalu riskan untuk main martingale.

Adapun 50 pips di contoh saya hanyalah sekedar ilustrasi, saya bisa saja kurang atau lebih dari itu. Memang sih, kita punya 4-5 kali kesempatan, sehingga apabila 4 kali 'berdosa' loss, kita masih bisa untung asalkan di kesempatan kelima kita profit.

Tetapi buat apa harus menunggu sampai kesempatan kelima? Alangkah sayang kalau kita harus buang-buang peluru dengan jarak cut-switch yang terlalu pendek, sehingga harga sebenarnya belum tentu balik arah di titik itu tetapi kita terlanjur meng-cutswitchnya. Saat kita cut-switch di suatu titik, ternyata harga malah berbalik lagi ke arah posisi yang sudah mati karena terlanjur kita cut . Gondok rasanya!

LALU KALAU BEGITU, BAGAIMANAKAH KITA MENENTUKAN SWITCHING POINTNYA?

Baik, inilah kuncinya... Pertama bersikaplah dinamis, fleksibel, jangan terpaku pada jarak harus 40 pips, 20 pips, atau 50 pips,

Kedua, carilah patern-patern yang dinamis yang memang di sana mengindikasikan itulah titik switchingnya, maksudnya, apabila harga memang berbalik di titik sana, dia memang betul-betul ke arah sana, bukan koreksi, dan bukan spike (setidaknya sampai jarak pips di mana kita menebus dosa kita).

Lalu apakah patern-patern yang dinamis itu ?
Inilah hasil riset saya bertahun-tahun, saya bagikan di sini, mungkin ini masih belum sempurna, tetapi setidaknya dengan panduan patern-patern ini, saya jadi tahu di mana kita harus meng-cut-switchnya, sehingga 'dosa' loss saya selaluu tertebus, dan saya pun BEP di forex.

Jika dinilai masih ada kekurangan, mohon para master sekalian mengkoreksinya...

Patern-patern itu adalah :
1. Perhatikan koreksi terakhir, setidaknya dalam selang sejam
Apabila harga bullish kemudian turun sebentar untuk koreksi lalu naik lagi , tandai titik low koreksi itu. Ingatlah bahwa jika harga turun lagi melebihi titik low itu, maka di situlah kemungkinan harga benar-benar berbalik arah ke bawah. Boleh dibilang, inilah yang dulu dikenal dengan istilah "trendline breakout" seperti teori yang kita pelajari dahulu sewaktu masih duduk di kelas Taman Kanak-Kanak dalam analisa chart. Dan Anda lihat animasi ilustrasi di atas, bukan? Itulah salah satu contoh aplikasinya..


2. High dan Low selama selang 4 jam-an. (H4)
Lihat baik-baik, terutama pada saat pasar ranging, lihat dan perhatikan bahwa harga jika sudah mem-break high atau low dalam selang 4 jam-an, maka di situlah trend akan berlaku. Lihat dan perhatikan baik-baik! Jika Anda masih agak takut menempatkan switching point, boleh ditambahkan jarak 2-10 pips dari jarak high dan low itu.


3. Bollinger Bands 4 jam-an. Standar Deviasi 2 , Standar
Saya sarankan Anda memakai Time Frame 5 menit, jadi BB 48 SD 2. Perhatikan upper, middle, dan low. Lihatlah baik-baik, jika market ranging dalam jarak besar seperti kemarin, maka perhatikanlah (terutama GU) jika harga sudah mengenai lower kemudian dia berbalik dan menyentuh middle, maka itulah switching pointnya.

PERHATIKAN! JIka Anda terlanjur men-sell di lower BB, maka Anda bisa meng-cut switch di middle BB. Inilah indikator andalan saya selama ini.


OK sekian dulu, saya tunggu respon dan koreksi dari Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar